LITOSFER,ATMOSFER DAN HIDROLOGI
Haii gais
Tadi siang saya ada jadwal kuliah
BUMI DAN ANTARIKSA. Tapi setelah menunggu lama ternyata ibu nya ga masuk :(
Ohh ya jadi kali ini aku mau
membahas tentang LITOSFER,ATMOSFER dan HIDROLOGI.
Kalian pasti udah ga asing lagi
kan dengan kata itu, nah buat kalian
yang belum tau sini deh aku kasih tau hehehe. Kita bahas satu-satu yaaaa.
A.
Litosfer
Litosfer berasal dari bahasa yunani, yaitu dari kata
lithos dan spaira. Litos artinya bebatuan dan spaira artinya lapisan. Jadi
litosfer adalah lapisan kerak bumi yang paling luar terdiri dari batuan. Litosfer adalah lapisan kulit luar bumi, tersusun oleh
berbagai jenis batuan dengan struktur geografi yang bervariasi, yang mempunyai
ketebalan antara 70-125 km atau lebih (Sardiman, dkk. 2004: 19).
litosfer diartikan sebagai
lapisan batuan atau kulit bumi yang menyelimuti bumi dengan inti yang jari –
jarinya sekitar 1.300 km (Sulistyanto, 2009).
Litosfer disebut sebagai lapisan
pembentuk permukaan bumi yang terdiri atas batuan dan mineral. Suhu maksimum litosfer
ini diperkirakan sekitar 1473 – 1573 K (Pilchin dan Eppelbaum, 2008). Pada
litosfer atau kerak bumi terdapat arus konveksi yang menggerakan magma sehingga
lapisan-lapisan di kerak bumi mengalami pergerakan.
Konsep litosfer sebagai lapisan terkuat dari lapisan
terluar bumi dikembangkan oleh Barrel pada tahun 1914, yang menulis serangkaian paper untuk
mendukung konsep itu. konsep yang berdasarkan pada keberadaan anomali gravitasi
yang signifikan di atas kerak benua, yang lalu ia memperkirakan keberadaan
lapisan kuat (yang ia sebut litosfer) di atas lapisan lemah yang dapat mengalir
secara konveksi (yang ia sebut astenosfer). Ide ini lalu dikembangkan oleh Daly
pada tahun 1940, dan telah diterima secara luas oleh ahli geologi dan geofisika. Meski teori tentang litosfer dan astenosfer
berkembang sebelum teori lempeng tektonik dikembangkan pada tahun 1960, konsep
mengenai keberadaan lapisan kuat (litosfer) dan lapisan lemah (astenosfer)
tetap menjadi bagian penting dari teori tersebut.
Harry hess, pada tahun 1960, dengan teori tektonik lempengnya membagi kerak
bumi menjadi dua bagian, yaitu kerak benua dan kerak samudera. Kerak benua
terdiri dari batuan yang ringan dan banyak mengandung SiO₂ (silika), sedangkan kerak
samudera sebagai dasar samudera terdiri dari batuan-batuan yang sangat padat
berwarna gelap dan miskin akan SiO₂ (Cut Meurah, dkk. 2006: 74).
1.
Batuan Pembentuk Litosfer
Berdasarkan proses terjadinya, batuan dapat dibagi menjadi tiga bagian :
a. Batuan
beku, dikarenakan magma mengalami pendinginan dan zat cair pijar
berangsur-angsur menjadi dingin dan beku:
1) Batuan beku dalam (plutonik). Hasil pembekuan magma di dalam litosfer, sehingga proses pendinginannya sangat lambat. Menghasilkan: batuan beku dengan kristal penuh yang besar-besar
(holokristalin).
2) Batuan beku korok (porfirik). Pembekuannya berlangsung lebih cepat karena magma telah meresap diantara
lapisan-lapisan litosfer.
3) Batuan beku luar (episif). Magma berubah menjadi larva yang meleleh, dan proses pembekuan larva di
permukaan bumi menjadi cepat. Menghasilkan: lelehan batuan
beku dengan kristal yang halus bahkan ada yang tidak berkristal.
b. Batuan Sedimen (Endapan)
Berasal dari batuan beku yang telah tersingkap oleh tenaga dari luar akan
diangkut ke tempat lain dan di tempat baru itulah lalu diendapkan.
1) Batuan sedimen klitik, yaitu
pasir
2) Batuan sedimen kimiawi, yaitu
stalaktit dan stalakmit
3) Batuan sedimen organik, yaitu lapisan humus dari hutan
c. Batuan
Malihan
Terjadi karena adanya tekanan dan suhu yang tinggi sehingga menempatkan dan
meremukkan batuan yang sudah ada sebelumnya, baik itu yang berupa batuan beku
atau batuan endapan. Dengan adanya berbagai proses pembentukan
jenis-jenis batuan di atas, akan menghasilkan material-material yang bernilai
ekonomis tinggi.
2.
Bentuk muka bumi
a.
Tenaga endogen
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi dan bersifat
membangun permukaan bumi. Tenaga endogen terdiri dari
tenaga tektonis, vulkanis dan gempa bumi (Bahpari dan Mulia, 2010: 57).
1)
Tenaga tektonis
Tenaga tektonis merupakan tenaga dari dalam bumi yang
menyebabkan terjadinya perubahan letak lapisan permukaan bumi secara mendatar atau
vertikal, baik yang mengakibatkan putusnya hubungan batuan atau tidak.
Gerakan tektonis dibedakan menjadi dua yaitu:
a)
Tektonis epirogenesa
Tektonis epirogenesa adalah proses perubahan bentuk daratan yang disebabkan
oleh tenaga yang lambat dari dalam dengan arah vertikal. Epirogenesa ada dua
macam, yaitu: epirogenesa positif adalah gerakan dengan arah ke bawah menyebabkan daratan
mengalami penurunan dan seolah-olah permukaan laut menjadi naik. Dan epirogenesa negatif adalah gerakan dengan arah keatas menyebabkan naiknya
permukaan daratan dan seolah-olah permukaan laut menjadi turun.
b)
Tektonis orogenesa
Tektonis orogenesa adalah pengerahan lempeng tektonis yang sangat cepat
meliputi wilayah yang sempit. Tektonik orogenesa merupakan proses pembentukan
gunung atau pegunungan akibat adanya tabrakan lempeng benua. Contoh tektonik
orogenesa adalah deretan pegunungan mediterania yang memanjang dari pegunungan
atlas di Afrika sampai wilayah Indonesia.
2)
Tenaga vulkanis
Vulkanis atau bersifat gunung api dapat diartikan sebagai suatu gejala atau
akibat adanya aktivitas magma di dalam litosfer hingga keluar sampai ke
permukaan bumi. Magma adalah bahan batuan pijar yang dapat berupa benda cair,
padat dan gas yang berada dalam kerak bumi. Ilmu yang mempelajari gunung berapi
adalah vulkanologi.
Terdapat 2 gerakan magma, yaitu:
a)
Intrusi magma
Intrusi magma adalah proses penerobosan magma melalui retakan dan celah
pada lapisan batuan pembentuk litosfer. Proses intrusi terjadi akibat tekanan
gas-gas yang mengandung magma.
b)
Ekstrusi magma
Ekstrusi magma adalah proses keluarnya magma ke permukaan bumi.
3)
Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran yang dapat dirasakan di permukaan bumi karena
adanya gerakan, terutama yang berasal dari dalam lapisan-lapisan bumi. Secara
umum penyebab terjadinya gempa bumi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:
a)
Gempa tektonis
Sebagian besar gempa bumi disebabkan oleh proses tektonik, yaitu gerakan
yang terjadi di dalam kulit bumi secara tiba-tiba, baik berupa patahan maupun
pergerakan.
b)
Gempa vulkanis
Gempa vulkanis adalah gempa yang disebabkan oleh adanya letusan atau
retakan yang terjadi di dalam struktur gunung berapi.
c)
Gempa runtuhan
Gempa runtuhan disebabkan oleh adanya longsoran massa batuan, intensitas
gempa runtuhan sangat kecil sehingga tidak terasa pada jarak yang jauh. Gempa
runtuhan disebut juga dengan gempa terban.
b. Tenaga eksogen ialah tenaga yang mengubah muka bumi atau bentuk relief yang
berasal dari luar bumi. Pada dasarnya tenaga eksogen itu meliputi:
1) Pelapukan
Yang dimaksud dengan pelapukan adalah hancurnya batuan
dari gumpalan besar menjadi butiran yang lebih kecil. Pelapukan itu sendiri
dibagi menjadi 3 macam yakni:
a)
Pelapukan mekanik
b)
Pelapukan kimiawi
c)
Pelapukan organik
2) Pengikisan
Pengikisan ini terjadi karena media alam yang bergerak seperti sungai,
angin dan gletser. Pengikisan terjadi setelah media tersebut melalui batuan
atau tempat lain yang menjadi jalur gerak media tersebut.
3) Pengangkutan sambil mengikis.
Pengangkatan material yang sudah lapuk dilaksanakan oleh:
a)
air mengalir
b)
angin
c)
gletser
d)
gravitasi
4) Pengendapan
Di tempat aliran air, gletser atau angin berhenti atau bertambah lemah,
barang angkutannya ditinggal. Lama-lama barang angkutan dari gletser, aliran
air atau angin tersebut akan membentuk suatu bentukan-bentukan.
3. Manfaat Litosfer
a. Sumber daya alam.
b. Sumber daya bahan baku industri.
B. Atmosfer
Atmosfer berasal dari kata “atmo”
yang berarti udara dan “sfera” yang berarti lapisan. Jadi, atmosfer
adalah lapisan udara atau gas berlapis-lapis yang menyelubungi bumi, sedangkan
yang dimaksud dengan udara adalah semua gas yang tersusun dari berbagai zat
yang tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak dapat dilihat. Atmosfer adalah lapisan kulit
luar bumi dibawah litosfer (Sardiman, dkk. 2004: 20).
Atmosfer
bumi tersusun atas 20 macam gas yang berbeda. Dua gas yang utama adalah oksigen
dan nitrogen. Atmosfer juga mengandung partikel-partikel air dan debu, karena
atmosfer bumi adalah hamparan udara yang sangat luas, maka tentu saja memiliki
berat. Jika atmosfer tersebut dapat dimanfaatkan dengan disatukan menjadi
sebuah skala, maka beratnya kira-kira 5.700.000.000.000.000 (5.700 triliyun)
ton.
1. Udara tersusun dari berbagai zat
pembentuk, sebagai berikut:
a. Nitrogen berjumlah 78%,
b. Oksigen berjumlah 21%,
c. Argon berjumlah 0,9%,
d. Karbondioksida berjumlah 0,03%, dan
e. Karbon, neon, xenon, hydrogen,
helium, dan ozon berjumlah 0,07%.
2.
Sifat-sifat fisik atmosfer, atmosfer yang menyelubungi bumi
mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
a. Transparan terhadap beberapa bentuk
radiasi.
b. Elastis dan dinamis sehinga dapat
mengembang dan mengerut.
c. Tidak bewarna, tidak berbau dan
tidak dapat dirasakan.
d. Memilki berat sehingga dapat menimbulkan
tekanan.
e. Tediri atas beberapa gas.
f. Terdiri atas beberapa lapisan.
3. Lapisan atmosfer
Atmosfer terbentuk dari beberapa lapisan udara antara lain:
a. Lapisan troposfer (9-12 km)
Lapisan troposfer adalah lapisan udara yang paling dekat dengan permukaaan
bumi dengan ketebalan yang berlainan, yaitu sekitar 9 km di daerah kutub dan 12
km di daerah ekuator (Katino, 2006: 31).
Sifat-sifat
khas lapisan ini adalah setiap kita naik 100 meter suhu udara akan turun
0,5˚-0,64˚C. Lapisan udara yang tebal pada troposfer dapat melindungi bumi dari
sinar matahari sehingga suhu bumi tidak terlalu tinggi pada siang hari dan
tidak terlalu rendah pada malam hari. Pada lapisan inilah terjadi
proses gerakan udara (angin), terbentuknya awan, dan terjadinya hujan yang
merupakan cirri unsure cuaca. Cuaca sangat berpengaruh terhadap kehidupan di
muka bumi.
b. Lapisan Stratosfer (12-50 km)
Lapisan stratosfer adalah lapisan udara yang tingginya sekitar 18-60 km di
atas permukaan bumi (Katino,2006: 31).
Pada lapisan ini terdapat konsentrasi ozon pada ketinggian sekitar 22 km
yang berfungsi melindungi lapisan troposfer dari radiasi sinar ultraviolet
matahari. Pada lapisan stratosfer terdapat proses persenyawaan dan pengeluaran
panas sehingga lapisan stratosfer memiliki lapisan mesosfer. Batas antara
traposfer dengan lapisan stratosfer disebut tropopause yang bersuhu mnimum,
sedangkan batas antara stratosfer dengan mesosfer disebut stratopause yang
berimpit dengan bagaian atas ozon bersuhu maksimum.
c. Lapisan Mesosfer (50-80 km
Lapisan mesosfer adalah lapisan yang berada di atas lapisan stratosfer (Katino, 2006:
31).
Lapisan ini berfungsi memantulkan
gelombang radio dan televise (VHF dan UHF). Lapisan ini berfungsi ntuk
melindungi bumi dari hujan meteor. Semakin ke atas, suhu udara di lapisan
mesosfer semakin dingin. Pada lapisan mesopause (lapisan peralihan antara
mesosfer dan termosfer) suhu dapat mencapai 140˚C di bawah nol (-140˚C).
d. Lapisan Termosfer (50-80 km)
Lapisan termosfer adalah lapisan atmosfer yang paling panas dengan lapisan atmosfer yang lain (Katino, 2006: 31).
Lapisan ini terletak di ketinggian
antara 80 km sampai batas antara atmosfer dengan angkasa luar. Pada lapisan
termosfer ini suhu udara dapat mencapai 1.500˚C. Pada lapisan ini terdapat
lapisan ionosfer (ketinggian 80-450 km). Partikel-partikel ion yang dihasilkan
pada lapisan ini berfungsi untuk memantulkan gelombang radio, baik gelombang
panjang maupun gelombang pendek.
e. Lapisan Eksosfer
Dinamakan eksosfer karena merupakan lapisan terluar dari atmosfer, di mana
pengaruh gaya berat sangat kecil sehingga benturan-benturan udara jarang
terjadi. Ketinggian lapisan ini di antara 500 km sampai dengan 1.000 km.
Butiran-butiran gas pada lapisan ini berangsur-angsur meloloskan diri ke
angkasa luar. Lapisan ini juga dinamakan dissipasisfer.
4.
Manfaat Lapisan Atmosfer (udara)
a. Untuk bernapas makhluk hidup di bumi.
b. Pelindung makhluk hidup dari radiasi
matahari.
c. Pelindung bumi dari kemungkinan
adanya benturan-benturan benda-benda angkasa karena daya tarik bumi.
d. Pemantul gelombang bunyi untuk aktivitas
telekomunikasi dan radio.
C.
Hidrosfer
Hidrogen merupakan salah satu unsur geosfer yang terdiri atas air dalam
berbagai wujud. Air bisa berwujud padat, cair, maupun gas. Dalam kehidupan, air
mempunyai fungsi yang sangat penting. Air dibutuhkan untuk mandi, memasak,
menyirami, dan mencuci. Hidrosfer
berasal dari kata hidro (air) daan sphere (lapisan). Hidrosfer berarti lapisan
air. Lapisan air permukaan bumi meliputi lautan, laut, sungai, salju/gletset,
air tanah, dan uap air yang terdapat dalam atmosfer. Ilmu yang mengkaji
perairan disebut hidrologi. Hidrologi adalah cabang geografi fisik yang mempelajari sumber air dengan
penekanan pada terhadapnya, sifat-sifatnya, kualitas dan kuantitasnya menurut
ruang dan waktu (Sardiman, dkk. 2004: 31).
Hidrosfer
mencakup air tawar di daratan dan air garam di lautan. Sebagian besar hidrosfer
adalah lautan (97,2%) dan sisanya (2,8%) adalah air tawar. Air merembes ke
dalam bumi melalui pori-pori lapisan-lapisan batuan dan tanah dengan proses
infiltrasi. Faktor yang mempengaruhi infiltrasi adalah porositas dan permeabilitas
lapisan batuan.
1. Siklus hidrologi
Jumlah air dibumi relative tetap. Air senantiasa bergerak dalam suatu
peredaran yang disebut siklus air atau siklus hidrologi. Siklus hidrologi,
yaitu proses perubahan bentuk air yang terjadi di alam secara terus-menerus
yang disebabkan oleh adanya pemanasan sinar matahari.
Siklus hidrologi dipengaruhi oleh pemanasan sinar matahari. Adanya terik
matahari pada siang hari menyebabkan air di permukaan bumi mengalami evaporasi
(penguapan) maupun transpirasi menjadi uap air. Uap air akan naik hingga
mengalami pengembunan (kondensasi) membentuk awan. Akibat pendinginan
terus-menerus, butir-butir air di awan bertambah besar hingga akhirnya jatuh
menjadi hujan (presipitasi). Selanjutnya, air hujan ini akan meresap ke dalam
tanah (infiltrasi dan perkolasi) atau mengalir menjadi air permukaan (run off),
baik aliran air bawah tanah maupun air permukaan keduannya menuju ke tubuh air
di permukaan bumi (laut, danau, dan waduk).
Berikut ini istilah-istilah yang terjadi pada siklus hidrologi.
a.
Evaporasi, yaitu penguapan air laut menjadi uap air.
b.
Kondensasi, yaitu perubahan wujud uap air menjadi air.
c. Aveksi, yaitu gerakan
udara secara horizontal yang membawa titik air atau awan dari suatu tempat ke
tempat lain.
d.
Presipitasi, yaitu turunnya titik-titik air dari udara ke permukaan bumi.
e.
Run off, yaitu aliran air di permukaan tanah.
f.
Transpirasi, yaitu proses pelepasan uap air dari tumbuh-tumbuhan.
g.
Infiltrasi, yaitu perembasan air ke dalam tanah melalui tanah.
h.
Sublimasi, yaitu berubahnya uap air menjadi kristal-kristal es.
2. Jenis-jenis siklus hidrologi
Ada tiga jenis siklus
hidrologi, yaitu siklus pendek, siklus sedang, dan siklus panjang.
a. Siklus pendek, yaitu
terjadinya penguapan di permukaan laut,
kemudian
terbentuk awan dan akhirnya hujan di
kawasn laut.
b. Siklus sedang, yaitu
penguapan terjadi di permukaan laut, kemudian terbentuk awan-awan terbawa angin
di daratan dan mengalir lagi melalui sungai di permukaan.
c. Siklus panjang, yaitu penguapan
terjadi dipermukaan laut, kemudian terbentuk awan-awan terbawa angin, terjadi
hujan di daratan dan mengalir lagi ke laut melalui sungai di permukaan dan
aliran bawah tanah.

Komentar
Posting Komentar