UTS Bumi dan Antariksa
Soal
pilihan ganda
1. Ilmu
yang mempelajari struktur dan sejarah alam semesta berskala besar disebut ? D.
Kosmologi
2. Klasifikasi
bintang berdasarkan, kecuali ? B.garis hydrogen
3. Galaksi
Bima Sakti termasuk kedalam galaksi ? A. Spiral
4. Materi
dan kandungan energi yang terdapat di antara bintang – bintang dalam sebuah
galaksi disebut ? B.Medan medium
5. Berdasarkan
klasifikasi Harvard, Alpha Centuri B merupakan salah satu bintang deret yang
berada di kelas ? c. G
6. Berikut
beberapa cara akhir riwayat sebuah bintang, kecuali ? c. Melakukan pembakaran
Hidrogen
7. Jika
bulan berada dalam daerah bayang – bayang bumi dinamakan ? d. Gerhana sebagian
8. Bagian
matahari yang dapat terlihat saat terjadinya gerhana matahari total adalah ? d.
Korona
9. Suatu
garis khayal yang menghubungkan Matahari dengan Planet menyapu daerah yang
luasnya sama dalam waktu yang sama merupakan bunyi hukum Keppler ke ? A. II
10. Berikut
beberapa macam lintasan elipsoida Bumi, kecuali ? c. Musisi
Soal isiansingkat
1. A = Third quarter
B = bulan sabit
2. Bulan
A = 21 Juni
Bulan B = 22 desember
3. Henry
Cavendish
4. Umbra
5. Bulan
purnama dan bulan baru
6. Sistem
koordinat ekliptika
7. 23
jam 56 menit dan 4091 detik, rotasi bumi dari barat ke timur
8. 365
hari 6 jam 9 menit dan 10 detik atau sekitar 365 ¼ hari
Soal
essay
1.
Jelaskan beberapa Sistem Koordinat
beserta penggunaannya?
Jawab : Horison adalah bidang datar yang
menjadi pijakan pengamat, yang menjadi batas antara belahan langit yang dapat
diamati dengan yang tidak dapat diamati. Apabila kita berada di tengah-tengah
laut, kita akan melihat horison ini sebagai pertemuan antara langit dengan
permukaan laut di kejauhan. Kemudian zenith adalah sebuah titik khayal di
langit yang berada tepat di atas pengamat. Sedangkan nadir adalah kebalikan
dari zenith, yaitu sebuah titik yang berada di bawah pengamat. Kedua titik ini
terletak tegak lurus terhadap horison.
sistem
koordinat Horizon adalah sistem yang dipergunakan dalam menentukan posisi benda
langit yang dibentuk oleh bidang datar (horizon) dan bidang tegak lurus
(vertikal), dimana pengamat menjadi titik pusat bola terhadap posisi benda
langit yang disimbolkan dengan koordinat Altitude dan Azimut.
ekuator
juga disebut sebagai garis khatulistiwa atau garis lintang nol derajat. Garis
ini adalah garis yang membelah bumi secara horisontal dan membagi bumi ke dalam
dua bagian yang sama besar. Sistem koordinat ini digunakan sebagai acuan untuk
menentukan asensio rekta dan deklinasi suatu benda angkasa
Ekliptika
adalah jalur yang dilalui oleh suatu benda dalam mengelilingi suatu titik pusat
sistem koordinat tertentu. Ekliptika pada benda langit merupakan suatu bidang
edar berupa garis khayal yang menjadi jalur lintasan benda-benda langit dalam
mengelilingi suatu titik pusat sistem tata surya.
Seandainya
bumi dijadikan sebagai titik pusat sistem koordinat, maka ekliptika merupakan
bidang edar yang dilalui oleh benda-benda langit seperti planet dan matahari
untuk mengelilingi bumi. Dan bila Matahari dijadikan sebagai titik pusat sistem
koordinat, maka ekliptika merupakan bidang yang terbentuk sebagai lintasan
orbit bumi yang berbentuk elips dengan Matahari berada pada titik pusat elips
tersebut.
2.
Jelaskan tentang Gravitasi
Universal (terdiri dari defenisi, hukum – hukum yang ada, percobaan – percobaan
yang dilakukan, dan teori – teori yang mungkin ada mendukung gravitasi ) ?
Jawab : Hukum gravitasi universal Newton menyatakan bahwa benda di alam semesta saling tarik menarik
dengan gaya yang
berbanding lurus dengan hasil dari massa dan berbanding
terbalik dengan kuadrat dari jarak antara mereka. (Secara terpisah menunjukkan
bahwa besar massa berbentuk bulat simetris tarik-menarik seolah-olah semua
massa terkonsentrasi di pusat-pusat mereka.) Ini merupakan hukum fisika umum
yang berasal dari pengamatan empiris yang Isaac Newton sebut induksi.[1] ini
adalah bagian dari mekanika klasik dan dirumuskan dalam karya
Newton berjudul Philosophiæ Naturalis Principia
Mathematica ("the Principia"), terbit perdana
pada 5 Juli 1687. (Ketika buku Newton disajikan pada 1686 ke Royal Society, Robert Hooke mengklaim
bahwa Newton memperoleh inverse hukum kuadrat darinya.) Dalam bahasa modern,
hukum ini menyatakan bahwa:
|
Setiap titik massa menarik
setiap massa titik lain dengan gaya sepanjang
potong dari kedua titik. Gayanya berbanding lurus dengan hasil dari dua massa dan
berbanding terbalik dengan kuadrat dari jarak antara mereka:
|
|
|
dimana:
·
F adalah gaya antara massa,
·
m1 adalah
massa benda pertama,
·
m2 adalah
massa benda kedua, dan
·
r adalah jarak antar pusat
dari benda.
|
|
Menggunakan satuan SI, F diukur
dalam newton (N), m1 dan m2 dalam kilogram (kg), r dalam meter (m), dan
konstanta G kira-kira sama dengan 6,674×10−11 N m2 kg−2.
Nilai dari konstanta G pertama kali secara akurat
ditentukan dari hasil percobaan Cavendish experiment Oleh
ilmuwan inggris Henry Cavendish pada tahun 1798, meskipun
Cavendish tidak menghitung nilai numerik untuk G.[2] penelitian
ini juga merupakan tes pertama teori gravitasi Newton antara massa di
laboratorium. Itu terjadi 111 tahun setelah penerbitan buku Newton
"Principia" dan 71 tahun setelah kematian Newton, sehingga tidak ada
rumus Newton yang menggunakan nilai G; sebaliknya ia hanya bisa menghitung
kekuatan relatif terhadap kekuatan lain.
Hukum gravitasi Newton menyerupai hukum
kekuatan listrik Coulomb, yang digunakan untuk menghitung besarnya gaya listrik
antara dua benda bermuatan. Keduanya hukum kuadrat-terbalik, di mana gaya
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara benda. Hukum Coulomb memiliki
produk dari dua muatan pada produk dari massa, dan konstanta elektrostatik
pada konstanta gravitasi.
Hukum Newton telah
digantikan oleh teori relativitas Einstein umum, tetapi terus
digunakan sebagai pendekatan yang sangat baik dari efek gravitasi.
Relativitas diperlukan hanya ketika ada kebutuhan untuk presisi ekstrem, atau
ketika berhadapan dengan medan gravitasi yang
sangat kuat, seperti yang ditemukan pada benda yang sangat besar dan padat,
atau pada jarak sangat dekat (seperti orbit Merkurius mengelilingi matahari).
3.
Jelaskan tentang Gerhana (terdiri
dari defenisinya, macam – macamnya, dan gambar) ?
Jawab : a.
Gerhana Matahari
Pada saat bulan berorbit tepat di
antara bumi dan matahari, maka matahari tertutup oleh bulan sehingga
bayang-bayang bulan sampai ke bumi, permukaan bumi yang tertutup bayang-bayang
bulan akan mengalami gerhana matahari. Walaupun ukuran bulan lebih kecil
dibanding matahari tetapi ada kalanya cahaya matahari dapat tertutupi
sepenuhnya oleh bulan yaitu ketika bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi.
Gerhana matahari berlansung lebih singkat daripada gerhana bulan. Gerhana bulan
bisa berlangsung sampai 3 jam lebih sedangkan gerhana matahari hanya terjadi
kurang dari 10 menit saja. Hal itu terjadi karena ukran bulan lebih kecil dari
bumi, sehingga akan lebih cepat keluar dari bayang-bayang bulan. Gerhana
matahari terbagi menjadi :
GERHANA MATAHARI
1. Gerhana Matahari Total
Gerhana ini terjadi ketika sinar
matahari yang menuju bumi terhalang sepenuhnya oleh bayang-bayang bulan. Pada
saat itu kedudukan bumi, bulan dan matahari berada pada satu garis lurus.
Kondisi seperti ini pastinya sangat jarang terjadi. Mungkin seseorang hanya
dapat menyaksikan gerhana ini sekali dalam hidupnya. Walaupun jarang terjadi,
jangan memaksakan diri melihat gerhana ini dengan mata telanjang. Karena hal
itu sangat berbahaya. Kita bisa melihatnya dengan pengamanan alat khusus
ataupun melalui rekaman.
2. Gerhana Matahari Sebagian
Gerhana matahari sebagian terjadi
sinar matahari menuju bumi tertutupi oleh bayang-bayang penumbra bulan. Saat
gerhana ini berlangsung, akan terlihat sebagian dari cakram matahari tertutup
oleh cakram bulan.
3. Gerhana Matahari Cincin
Gerhana ini terjadi ketika bumi
mengalami lanjutan umbra bulan yaitu ketika bulan berada pada titik terjauh
dari bumi. Gerhana ini dapat ditandai dengan adanya garis cahaya membentuk
lingkaran cincin yang memiliki lubang hitam ditengahnya.
4. Gerhana matahari hibrida
Gerhana hibrida bergerak antara
gerhana total dan cincin. Saat titik tertentu di permukaan bumi, gerhana ini
muncul sebagai gerhana total, sedangkan pada titik-titik lain muncul sebagai
gerhana cincin. Gerhana hibrida relatif jarang.
b. Gerhana Bulan
Gerhana bulan terjadi apabila bumi
berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga
sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi. Saat itu
bidang orbit bumi berimpit dengan bidang orbit bulan. Gerhana bulan hanya
terjadi satu atau dua kali dalam setahun yaitu pada malam purnama atau pada
saat bulan bersinar utuh. Namun gerhana bulan tidak terjadi pada setiap bulan
purnama. Penyebabnya adalah bidang orbit bulan dan ekliptika bersilangan
sebesar 5° sehingga bulan tidak selalu berada di ekliptika.
Ketika terjadi gerhana, bulan yang
sedang purnama memasuki area bayangan bumi yang disebut penumbra (bayangan
kabur) atau umbra (bayangan inti). Berdasarkan bagaimana bulan memasuki
bayangan bumi tersebut, gerhana bulan dibagi menjadi 3 macam yaitu
GERHANA BULAN
1. Gerhana Bulan Total
Gerhana bulan total terjadi terjadi
jika bulan tepat berada pada bayangan umbra bumi. ketika hanya sebagian bulan
yang masuk ke umbra, maka yang terjadi adalah gerhana sebagian. Saat ini terjadi,
bulan terlihat seperti sabit tebal yang kemudian menipis seiring dengan semakin
banyaknya bagian bulan yang masuk ke umbra bumi. Menjelang gerhana bulan total
terjadi, yaitu ketika sebagian besar bulan sudah masuk ke umbra bumi, bagian
umbra yang tadinya gelap akan tampak memerah. Begitu pula ketika bulan sudah
masuk seluruhnya ke dalam umbra, bulan juga akan tampak memerah dan bukannya
gelap total. Warna kemerahan tersebut berasal dari cahaya Matahari yang masih
diteruskan oleh atmosfer Bumi. Atmosfer Bumi menyebabkan langit siang hari
menjadi biru dan langit fajar/senja menjadi merah karena efek hamburan
Rayleigh. Ketika fajar/senja lintasan cahaya Matahari di atmosfer lebih besar
karena posisi matahari hampir sejajar dengan horizon. Pada saat itu, cahaya
biru dari matahari dihamburkan oleh partikel di atmosfer, sedangkan cahaya
merah diteruskan. Akibatnya hanya cahaya merah saja yang terlihat.
2. Gerhana Bulan Sebagian
Gerhana bulan sebagian terjadi jika
sebagian bulan berada pada bayangan umbra bumi dan sebagian lagi berada pada
penumbra bumi. Pada saat ini terjadi permukaaan bulan akan terlihat gelap dan
memerah, sedangkan sebagian lagi akan tampak normal.
3. Gerhana Bulan Penumbra
Gerhana bulan penumbra terjadi
ketika bulan tepat berada di bayangan penumbra bumi. Pada saat itu, bulan hanya
akan tampak berkurang kecemerlangannya atau sedikit redup dari biasanya.
Perubahan ini biasanya sulit dideteksi dengan mata dan hanya bisa diukur dengan
alat khusus.
4.
Jelaskan Struktur Galaksi Bima
Sakti?
Jawab:
Terdiri dari milyaran bintang, menyebar dalam bentuk piringan besar yang pipih
akibat gerak rotasinya.
Matahari berevolusi
mengelilingi inti galaksi dengan dengan kecepatan kecepatan 250 km/s 250 km/s dan dan periode periode 200 200 juta juta tahun.
Inti terdiri dari
bintang-bintang tua dengan jarak relatif dekat
Lengan spiral tersusun oleh gas dan debu
kosmik serta dihuni juga bintang –bintang muda dan atau bintang-bintang yang
baru dalam taraf pembentukan.
Gugus bola, berada di
dekat piringan terdiri dari kumpulan bintang yang beranggotakan hingga ratusan
ribu bintang.
5.
Jelaskan Klasifikasi Bintang
(terdiri atas kalsifikasi berdasarkan apa, sebutkan warna masing – masing
kelas, sebutkan contoh masing – masing kelas)?
Jawab
: Bintang kelas O adalah bintang yang paling panas, temperatur permukaannya
lebih dari 25.000 Kelvin. Bintang deret utama kelas O merupakan bintang yang
tampak paling biru, walaupun sebenarnya kebanyakan energinya dipancarkan pada
panjang gelombang ungu dan ultraungu. Dalam pola spektrumnya garis-garis
serapan terkuat berasal dari atom Helium yang terionisasi 1 kali (He II) dan
karbon yang terionisasi dua kali (C III). Garis-garis serapan dari ion lain
juga terlihat, di antaranya yang berasal dari ion-ion oksigen, nitrogen, dan
silikon. Garis-garis Balmer Hidrogen (hidrogen netral) tidak tampak karena
hampir seluruh atom hidrogen berada dalam keadaan terionisasi. Bintang deret
utama kelas O sebenarnya adalah bintang paling jarang di antara bintang deret
utama lainnya (perbandingannya kira-kira 1 bintang kelas O di antara 32.000
bintang deret utama). Namun karena paling terang, maka tidak terlalu sulit
untuk menemukannya. Bintang kelas O bersinar dengan energi 1 juta kali energi
yang dihasilkan Matahari. Karena begitu masif, bintang kelas O membakar bahan
bakar hidrogennya dengan sangat cepat, sehingga merupakan jenis bintang yang
pertama kali meninggalkan deret utama (lihat Diagram Hertzsprung-Russell).
Contoh: Zeta Puppis
Spektrum dari bintang
kelas O5V
Kelas B
Bintang kelas B adalah
bintang yang cukup panas dengan temperatur permukaan antara 11.000 hingga
25.000 Kelvin dan berwarna putih-biru. Dalam pola spektrumnya garis-garis
serapan terkuat berasal dari atom Helium yang netral. Garis-garis Balmer untuk
Hidrogen (hidrogen netral) tampak lebih kuat dibandingkan bintang kelas O.
Bintang kelas O dan B memiliki umur yang sangat pendek, sehingga tidak sempat
bergerak jauh dari daerah di mana mereka dibentuk, dan karena itu cenderung
berkumpul bersama dalam sebuah asosiasi OB. Dari seluruh populasi bintang deret
utama terdapat sekitar 0,13 % bintang kelas B.
Contoh: Rigel, Spica
Spektrum dari bintang
kelas B2II
Kelas A
Bintang kelas A
memiliki temperatur permukaan antara 7.500 hingga 11.000 Kelvin dan berwarna
putih. Karena tidak terlalu panas maka atom-atom hidrogen di dalam atmosfernya
berada dalam keadaan netral sehingga garis-garis Balmer akan terlihat paling
kuat pada kelas ini. Beberapa garis serapan logam terionisasi, seperti
magnesium, silikon, besi dan kalsium yang terionisasi satu kali (Mg II, Si II,
Fe II dan Ca II) juga tampak dalam pola spektrumnya. Bintang kelas A kira-kira
hanya 0.63% dari seluruh populasi bintang deret utama.
Contoh: Vega, Sirius
Spektrum dari bintang
kelas A2I
Kelas F
Bintang kelas F
memiliki temperatur permukaan 6000 hingga 7500 Kelvin, berwarna putih-kuning.
Spektrumnya memiliki pola garis-garis Balmer yang lebih lemah daripada bintang
kelas A. Beberapa garis serapan logam terionisasi, seperti Fe II dan Ca II dan
logam netral seperti besi netral (Fe I) mulai tampak. Bintang kelas F kira-kira
3,1% dari seluruh populasi bintang deret utama.
Contoh: Canopus, Procyo
Spektrum dari bintang
kelas F2III
Kelas G
Bintang kelas G mungkin
adalah yang paling banyak dipelajari karena Matahari adalah bintang kelas ini.
Bintang kelas G memiliki temperatur permukaan antara 5000 hingga 6000 Kelvin
dan berwarna kuning. Garis-garis Balmer pada bintang kelas ini lebih lemah
daripada bintang kelas F, tetapi garis-garis ion logam dan logam netral semakin
menguat. Profil spektrum paling terkenal dari kelas ini adalah profil
garis-garis Fraunhofer. Bintang kelas G adalah sekitar 8% dari seluruh populasi
bintang deret utama.
Contoh: Matahari,
Capella, Alpha Centauri A
Spektrum dari bintang
kelas G5III
Kelas K
Bintang kelas K
berwarna jingga memiliki temperatur sedikit lebih dingin daripada bintang
sekelas Matahari, yaitu antara 3500 hingga 5000 Kelvin. Alpha Centauri B adalah
bintang deret utama kelas ini. Beberapa bintang kelas K adalah raksasa dan
maharaksasa, seperti misalnya Arcturus. Bintang kelas K memiliki garis-garis
Balmer yang sangat lemah. Garis-garis logam netral tampak lebih kuat daripada
bintang kelas G. Garis-garis molekul Titanium Oksida (TiO) mulai tampak.
Bintang kelas K adalah sekitar 13% dari seluruh populasi bintang deret utama.
Contoh: Alpha Centauri
B, Arcturus, Aldebaran
Spektrum dari bintang
kelas K4III
Kelas M
Bintang kelas M adalah
bintang dengan populasi paling banyak. Bintang ini berwarna merah dengan
temperatur permukaan lebih rendah daripada 3500 Kelvin. Semua katai merah
adalah bintang kelas ini. Proxima Centauri adalah salah satu contoh bintang
deret utama kelas M. Kebanyakan bintang yang berada dalam fase raksasa dan
maharaksasa, seperti Antares dan Betelgeuse merupakan kelas ini. Garis-garis
serapan di dalam spektrum bintang kelas M terutama berasal dari logam netral.
Garis-garis Balmer hampir tidak tampak. Garis-garis molekul Titanium Oksida
(TiO) sangat jelas terlihat. Bintang kelas M adalah sekitar 78% dari seluruh
populasi bintang deret utama.
Contoh: Proxima
Centauri, Antares, Betelgeuse


Komentar
Posting Komentar